“Hok aloh, macam mana nok dibuat nih?”
Itulah kebiasaan kepada mana-mana masalah. Ia akan hadir
secara tiba-tiba dan tak memberi sebarang solusi.
Simptom yang biasa dihadapi mangsa : Blank, senyap tiba-tiba, tak angkat call, tak reply mesej,
suka menyendiri (untuk lelaki sahaja kot).
Kesan yang biasa terjadi pada mangsa : Hilang arah dan tujuan.
Dalam menyikapi
masalah
Allah SWT ada menyebut dalam Al-Quran tentang ujian. Paling
senang adalah dalam Surah yang amat sukai oleh Spiderman (mungkin, jika dia
beriman siapa tahu :)),
Surah Al Ankabut, ayat ke 2 dan 3:
![]() |
| Surah Al 'Ankabuut, ayat 2. |
![]() |
| Surah Al 'Ankabuut, ayat 3. |
Ujian itu adalah suatu penanda aras untuk melihat kepada
tahap keimanan manusia. Ujian/peperiksaaan dibuat untuk menganalisa tahap
kefahaman seseorang dalam satu subjek. Sekarang, kita ubah sikit. Pemeriksa ujian
kali ini adalah Allah SWT. Sedang diuji, tahapan keimanan akan dianalisa;
sejauh dan sampai mana dalam diuji oleh Allah SWT kita akan tetap menjadi
seorang yang beriman kepadaNya.
Semua orang akan diuji oleh Allah SWT, sesuai
dengan tahapan keimanannya, dan ini disebut dalam satu hadis Rasulullah SAW:
Orang yang paling berat cubaannya adalah para Nabi, kemudian semisal
dan seterusnya. Seseorang diuji sesuai dengan kadar agamanya, bila ia kuat
memegang agamanya, maka akan diuji sesuai dengan kadar agamanya. Cubaan akan
selalu datang kepada hamba hingga ia dibiarkan berjalan di atas bumi dengan
tidak membawa dosa. (Hadis riwayat Bukhari, Ahmad dan At-Tirmidzi)
K.H Rahmat Abdullah juga ada menyampaikan satu mutiara kata
yang penuh hikmah, berkaitan dengan ujian:
Orang yang mudah tersinggung dan gampang marah akan senantiasa dipertemukan oleh Allah dengan orang yang membuatnya tersinggung dan marah sampai ia bisa memperbaiki titik kelemahannya itu sehingga menjadi tidak mudah tersinggung dan tidak pemarah. Orang yang selalu berlambat-lambat menghadiri forum dakwah karena alasan istri, anak, mertua, atau tamu akan senantiasa dipertemukan dengan perkara mertua datang, tamu silih berganti di saat ia akan berangkat..
Terus begitu sampai ia memilih prioritas bagi aktivitasnya apakah kepada dakwah atau kepada perkara-perkara lain."
Ujian tak hadir dalam keadaan paling best, paling gembira
dan mudah. Ujian akan hadir pada titik yang terlemah, sesuai dengan namanya:
ujian. Dalam keadaan yang paling tak selesa, paling tak best, inilah medan
praktikal bagi kita. Sebelum ini, kita mungkin biasa mendengar dalam ceramah/kuliah, TV, radio etc. dengan teori tentang
bagaimana nak menghadapi ujian:
“Katakan
pada masalah, kita punya Allah Maha Besar!”
Nah, bila ditimpa masalah, kesibukan etc, cuba ingat sahaja
bagaimana kita praktikalkan cara itu menghadapi masalah itu. Adakah kita merealisasikan
slogan yang kita canangkan diatas tadi? Mari kita menjawab dengan bercermin pada
diri sendiri, ukurlah baju di badan sendiri, tepuk dada masing-masing (jangan
jadi Tarzan pulak) tanyalah pada iman anda sendiri. Tak perlu kita refer kepada
case study luar.
Dalam menyikapi masalah, mari kita ubah cara pandang kita dahulu
kepada cara pandang orang yang bertuhan.
Kenapa Allah SWT memberi masalah untuk kita selesaikan? Kenapa masalah ini
hadir pada waktu sekarang, bukan selepas ini? Kenapa cuma kita yang menerima masalah
ini, bukan orang lain? Soalan-soalan yang cukup subjektif, tak pernah ada dalam
skema jawapan kita! Ternyata, kita tak punya jawapan yang tepat untuk semua
soalan itu.
Tak usah difikirkan sangat, mari kita bersangka baik dengan Allah SWT. Hadapilah
sebagai orang yang punya keyakinan pada Allah SWT. Bunyinya macam tak kena,
tapi tahniah sekiranya anda berdepan dengan masalah! Inilah peluang untuk
memperbaiki diri sendiri, menjadi lebih kreatif, menutup ruang kelemahan yang terlihat dek manusia.
Terima ia sebagai peluang untuk lebih dekat kepada Allah SWT. Jadikan peluang
ini untuk dirimu menjadi orang yang penuh dengan kebaikan, supaya ramai yang
boleh mengambil manfaat darimu. Cuma setelah merasai gelap baru kita akan faham pentingnya
cahaya. Berubah dari gelap menuju gemerlapan, dari cahaya menjadi cahaya diatas
cahaya.
That's why they say: There
is light at the end of the tunnel.
Cuma orang yang berjaya mengharungi ujian akan muncul sebagai seorang pemenang, dan yang terbaik dalam kalangan pemenang adalah mereka yang berprestasi dalam keterbatasan. Teruskan tsabat di jalanmu akhi wal ukhti. Mari jadi pemenang!!!
Bukan cara hidup seorang pengalah.
"Nak wat camne lagi, benda dah jadi....."
"Takpe, tenang je dulu. Ko tunggu je, nanti ada la tu bantuan Allah SWT datang...."
Sikap putus asa, menunggu keajaiban turun dari langit ini adalah bukan perkara yang diajarkan oleh Allah SWT. Allah SWT mengajarkan kita supaya berusaha, bangun, bergerak dan sekali-kali, jangan berhenti berharap pada Allah SWT. Bangun, gerakkan tulangmu untuk berusaha memperbaiki keadaan, insya Allah bantuan itu akan ada bersama-sama orang yang berusaha.
Allah SWT memberikan bantuan bala tentera malaikat dalam Peperangan Badar bukan sebelum perang bermula, tapi setelah perang berlangsung. Allah SWT memberikan bantuan kepada Nabi Ibrahim bukan sebelum dicampak ke dalam api, tapi setelah dicampak ke dalam api. Allah SWT memberi bantuan kepada Nabi Musa bukan sebelum dikejar oleh Firaun dan bala tenteranya, melainkan pada saat-saat akhir, ketika mereka hampir berputus harap, Allah SWT memerintahkan kepada Nabi Musa supaya memukul tongkatnya ke laut; lalu dibukakan jalan keselamatan untuk mereka.
Bukan cara hidup seorang pengalah.
"Nak wat camne lagi, benda dah jadi....."
"Takpe, tenang je dulu. Ko tunggu je, nanti ada la tu bantuan Allah SWT datang...."
Sikap putus asa, menunggu keajaiban turun dari langit ini adalah bukan perkara yang diajarkan oleh Allah SWT. Allah SWT mengajarkan kita supaya berusaha, bangun, bergerak dan sekali-kali, jangan berhenti berharap pada Allah SWT. Bangun, gerakkan tulangmu untuk berusaha memperbaiki keadaan, insya Allah bantuan itu akan ada bersama-sama orang yang berusaha.
Allah SWT memberikan bantuan bala tentera malaikat dalam Peperangan Badar bukan sebelum perang bermula, tapi setelah perang berlangsung. Allah SWT memberikan bantuan kepada Nabi Ibrahim bukan sebelum dicampak ke dalam api, tapi setelah dicampak ke dalam api. Allah SWT memberi bantuan kepada Nabi Musa bukan sebelum dikejar oleh Firaun dan bala tenteranya, melainkan pada saat-saat akhir, ketika mereka hampir berputus harap, Allah SWT memerintahkan kepada Nabi Musa supaya memukul tongkatnya ke laut; lalu dibukakan jalan keselamatan untuk mereka.
Allah SWT membantu mereka (para Nabi dan Rasul) dalam mereka berusaha berbuat untukNya dan mereka juga tak berputus asa pada Allah SWT, walaupun dihadapkan dengan ujian yang amat dahsyat, dengan risiko yang paling tinggi. Winning mentality mereka menjadikan ujian dan masalah yang datang kepada para Nabi dan Rasul, membuatkan mereka menjadi semakin yakin kepada Allah SWT.
Untuk menang, keyakinan pada Allah SWT yang tinggi dan tidak putus asa untuk terus bergerak akan memberikan buah yang terbaik. Mereka telah menang, dan kita tak ingin menjadi seorang pengalah!
SMS akhir buat
yang masih merasa hebat gaban.
Kepada yang nak bergantung kepada selain dari Allah SWT,
saya harap anda berubah fikiran. Itu adalah sama seperti berumah di sarang
labah-labah. Tak tahan dek angin, nampak berkeupayaan tapi sebenarnya mudah
dihancurkan dan tak menenangkan jiwa. Mari kita ambil pelajaran dari Surah
Al-Ankabut, ayat 41:
![]() |
| Surah Al 'Ankabuut, ayat 41. |
12/2/2014
6:59 pm
BaTar 4.
Today is a gift, that's why they call it the present.
Survivor untuk menuju akhirat, moga kita mendapat redha Allah SWT.
6:59 pm
BaTar 4.
Today is a gift, that's why they call it the present.
Survivor untuk menuju akhirat, moga kita mendapat redha Allah SWT.



