SELAMAT DATANG

Kebaikan itu boleh dilihat oleh yang buta, boleh didengar oleh yang tuli, boleh dirasa oleh Si Kosong.

Saturday, 3 May 2014

Nota hati ikhwah #1

Perasaan itu mendatangkan kesakitan pada aku. Sakit karena perasaan itu wujud sebelum saatnya, bukan pada masanya. Sakit karena tiap hari aku harus berusaha sekuat tenaga untuk mengikis rasa ini. Harus melakukan pelbagai benda, memikirkan kerja-kerja yang harus diselesaikan. Yang penting, kepala harus disibukkan supaya tidak sakit memikirkan dia. Aku lebih rela untuk mendapat pening kepala biarpun sekejap, biar ingatan itu ditoreh keluar dari benak pemikiranku.

Sekiranya kita bertemu di mana-mana, jauh lebih sukar. Menjaga pandangan, hati, fokus. Mengelak daripada memberi atau mengingat sebarang impresi yang boleh menjadi kenangan. Menjaga pemikiran supaya tak berlebih-lebihan hingga menjadi angan.

Dan yang paling sakit, karena aku sudah lupa cinta-Nya, lupa dalam mengingat-Nya, lupa untuk memuji-Nya, dan tidak hadir untuk menjumpai-Nya di sepertiga malam. Baru diberikan rasa itu pada seorang, langsung lupa padaNya. Malu.

Aku rindu dengan indahnya sujud, merasakan kenikmatan menemui-Nya pada malam hari.

Selayaknyalah bagiku sekarang bukanlah mendoakan supaya dia yang menjadi teman hidupku. Apalah yang aku tahu, aku cuma rasa dia yang terbaik untuk aku. Berangan tak sudah.

Apa yang paling disukai Allah SWT ketika ini adalah untuk aku kembali mulai menata hati dan terus memperbaiki diri. Inilah jalanku. Ikhlaslah duhai jiwa. Senyumku tak kan pernah hilang.

Aku yang salah dalam berfikir. Fikir aku, sekiranya menikah dengan dia, wah pasti akan mudah dalam banyak perkara. Mudah menjaga hati dan tubuh badan dari zina, lebih tenang, seimbang rohani, jasmani dan emosi etc. Rupanya yang aku harapkan selama ini adalah kemudahan sebenarnya, sedangkan Allah SWT boleh memberi kemudahan itu, bukan penikahan yang aku bayangkan itu yang akan mudahkan semuanya.

Yang nyata, bila aku jauh di Kuala Lumpur ini lebih Allah SWT mudahkan untuk aku fokus dalam kerja dan melupakan dia. 

Nyata, Allah SWT menguji aku dengan dia. Dalam sudut lain, hati ini lega juga. Jika masih diberikan ujian itu berarti Allah SWT masih menyayangi dan mencintai aku. Allah SWT masih berkehendak untuk aku menjadi manusia yang lebih baik dan naik peringkat dengan ujian yang diberikan-Nya. Dan khawatirlah ketika tidak menjumpai kesulitan dalam gerak langkah aku, boleh jadi Allah SWT tidak lagi mempercayai atau bahkan tidak mencintai aku, naudzubillah min dzalik.

Kalau Allah SWT bekehendak, pasti Dia akan izinkan untuk aku. Mudah-mudahan, Ramadhan nanti aku sudah memulakan langkah (menghantar resume) dan menikah dalam tahun ini juga (lagi awal lagi bagus haha, itupun kalau Allah SWT izinkan. Amin ya Rabb). 

3/5/2014 (edited 19/9/2014)
12:50 am
Bangi, Selangor.
Cetusan muhasabah perjalanan hidup.
Semoga aku tetap tsabat, untuk redhaNya semata-mata.