SELAMAT DATANG

Kebaikan itu boleh dilihat oleh yang buta, boleh didengar oleh yang tuli, boleh dirasa oleh Si Kosong.

Wednesday, 24 April 2013

Getaran jiwa.....melanda hatiku....



Ikhwah saya Mohamad Khir Bin Johari berkongsi:
Putih si pengirim, tak menjamin putihnya juga si penerima. Bisa jadi ia akan berwarna merah muda. Merah muda di suatu tempat di hati atau menjadi rona di pipi yang tak akan bisa disembunyikan di depan Allah.

“Tak berapa faham….apa putih, merah jambu Khir post ni?”

Tengok bawah-bawah sikit, baru jumpa artikel asal dia.

Allahu Akbar!

Kehendak Allah S.W.T, rupa-rupanya malam ni tercetus satu teguran untuk diri saya.

7:16-17. Bagaimana saya sudah terlupa pada ayat Al-Quran yang ini. Sekian lama mencari, baru hari ini jumpa.

Setan akan sentiasa mencari peluang untuk melemahkan kita. Tak dapat ikut game, masuk ikut kelemahan yang lain.

Yang paling menyentuh saya adalah bila terbaca bahagian ini:
“Paling menyedihkan saat ada seorang aktivis yang tiba-tiba berkembang gerak dakwahnya atau semangat qiyamul lailnya karena terkait satu nama. Naudzubillah tsumma naudzubillah. Ketika kita menyandingkan niat tidak karena Allah semata, maka apalah harganya! Apa harganya berpeluh-payah bukan karena Dia, tapi karena dia. Seseorang yang sama sekali bukan apa-apa, lemah seperti manusia lainnya.”
Ya Allah, janganlah engkau jadikan cita-cita hidupku sekecil itu. Kecilnya cita-cita hidup. Kalau begitu, untuk apa bersusah-susah berkorban dalam dakwah?

“Hanya untuk sekadar menikah dengan akhwat yang solehah?”

Sia-sia pengorbanan dalam dakwah. Habis peluang untuk berbuat pahala. Kerana  niat yang dari mula sudah salah. Adakah banyak kali mendengar, malah menghafal Hadis 1 dalam Hadis 40 Imam Nawawi itu menjadikan pengajarannya tuli, pekak dan bisu?

Rugi hidup, kerana cita-cita yang kecil.

Terima kasih Ya Allah, terima kasih Khir atas pengajaran ini. Moga akan sentiasa kekal dalam ingatan saya pengajaran ini.

P.S - Artikel asal: http://www.gamaguchin.com/2012/01/akhwat-modis-ikhwan-genit.html
P.S 2 – Kalau bab menikah, kita cerita kemudian. Tetapkan niat, perbaiki keimanan.