Tidak
seorangpun yang berdoa, melainkan ia berada di antara salah satu dari 3
kelompok ini: Kadang ia dipercepat sesuai dengan permintaannya, atau
ditunda (diijabahnya) demi pahalanya, atau ia dihindarkan dari keburukan
yang menimpanya.
(HR. Imam Ahmad dan AI-Hakim).
Ada yang bila berdoa berharap, bahkan dengan sungguh-sungguh (serius!). Bangun tidur, dalam solat, selepas solat, sebelum tidur etc. Pelbagai waktu. Harapannya, kalau Allah SWT izinkan, secepat mungkin nak melihat hasilnya.
Macam mana bila hasil tak seperti yang diharapkan?
Bilakah masanya, selalunya kita akan teringat untuk berdoa pada Allah SWT? Kebiasaannya, bila sesak dada, bila susah hati, bila kesakitan, bila ada masalah yang besar, bila masalah banyak (walaupun kecil, kalau banyak sakit juga!). Cuba situasi-situasi sebelum ini kita terbalikkan. Nah, persoalkan dirimu semula. Berapa banyak kita mengingat Allah SWT? Pokoknya, lihatlah diri kita sendiri dahulu.
Kerja tak seberapa (berdoa jarang sekali, solat malas etc.), mengharap hasil secepat mungkin. Memang tak sedar diri!
OK, tenang-tenang saja. Perbaiki diri dan perbanyakkan lagi doa. Tengok
cermin lama-lama dan bersyukur, kerana kau dan aku masih punya waktu
perbaiki dan perbanyakkan usaha, sedangkan orang lain waktunya sudah
tamat. Jangan berputus asa dengan Allah SWT, itu ciri-ciri kekafiran. Lihat dalam Q.S Yusuf, ayat 87 (12:87). Sembahlah Allah SWT dengan penuh keyakinan, Dia pasti punya hikmah untuk mengajarkan padamu. Tak mungkin Allah SWT akan membiarkan hambaNya!
Persiapkan diri. Carilah jalan untuk bangun dan mara kedepan. Cukuplah dengan tamparan yang telah berlaku. Jangan jatuh dalam lubang yang sama dua kali.
24/12/2013
10:14 pm
BaTar
Mendengar lagu Ali Sastra - Hujan.
Kubiarkan hujan mengawal rinduku,
padaMu yang indah disana.
Kuhanyutkan hati menebus cintaMu,
dan aku pun merasa bahagia.
Bahagia itu bukan sekadar pada keadaan, juga pada perasaan.
Dan merasa diri ini punya tempat mengadu dan berharap, ada tempat bergantung, dengan keyakinan ia pasti akan berlaku.
Itu juga kebahagiaan, istimewanya ia hadir dalam aku sendiri.